Welcome to our website

Halo dunia! Apakah semangat, consectetur adipisicing elit, tetapi karena sesekali terjadi keadaan di mana kerja keras dan rasa sakit, kesenangan yang besar. Untuk mengambil contoh sepele, siapa yang pernah melakukan pekerjaan fisik yang berat jika tidak ketika beberapa dari pilihan di bawah.

Standar Lorem Ipsum bagian untuk mencari kesalahan di dalam kenikmatan rasa sakit tidak akan dipublikasikan bahwa tidak menghasilkan resultan yang baik untuk melarikan diri. Home> juga lagi adalah ada orang yang di bengkel untuk meninggalkan dan mudah yang akan disambut. edisi harus menjelaskan kepada Anda bagaimana semua ini .

Ticker

Minggu, 26 Desember 2010

Generasi - generasi Masa Lampau

Generasi-generasi Masa Lampau

Belumkah datang kepada mereka berita penting tentang orang-orang yang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, 'Aad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan (penduduk) negeri-negeri yang telah musnah?. Telah datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah tidaklah sekali-kali menganiaya mereka, akan tetapi mereka lah yang menganiaya diri mereka sendiri.(QS. At-Taubah: 70)
Pesan-pesan suci, disampaikan untuk umat manusia oleh Allah melalui utusan-utusan-Nya, telah dikomunikasikan kepada kita sejak penciptaan umat manusia, Beberapa masyarkat/kaum telah menerima pesan/ajaran ini sementara yang lain telah mengingkarinya. Adakalanya, ada sejumlah kecil dari suatu masyarakat yang mau menerima perintah suci tersebut mengikuti seorang pembawa risalah(nabi).
Namun sebagian besar dari masyarakat yang telah didatangi risalah suci tersebut tidak bersedia menerimanya. Mereka tidak hanya mengabaikan pesan suci yang disampaikan oleh sang pembawa pesan, namun juga berusaha untuk melakkan perbuatan keji terhadap para pembawa pesan dan para pengikutnya. Para pembawa pesan suci tersebut biasanya dituduh serta difitnah sebagai "pembohong, sihir, orang yang sakit gila dan penuh dengan kesombongan" dan menjadi pemimpin dari banyak orang yang harus mereka cari-cari untuk dibunuh.
Semua hal yang diinginkan oleh para nabi dari kaumnya adalah kepatuhan mereka kepada Allah. Mereka tidak meminta uang ataupun berbagai keuntungan dunia lainnya sebagai balasan. Dan juga mereka tidak berusaha memaksa kaum mereka. Yang mereka inginkan hayalah mengajak kaum mereka kepada agama yang haq dan bahwa mereka seharusnya memulai sebuah jalan hidup yang berbeda bersama dengan para pengikutnya terpisah dari masyarkat.
Apa yang telah terjadi antara Syu'aib dan kaum Madyan dimana dia diutus, menggambarkan hubungan antara nabi dengan kaumnya sebagaimana yang disebutkan dimuka. Reaksi dari suku Syu'aib terhadap Syu'aib, yang menyerukan kepada mereka untuk beriman kepada Allah dan menghentikan semua tindakan ketidakadian yang telah mereka lakukan, dan bagaimana itu semua berakhir sangatlah menarik :
Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka Syu'aib, Ia berkata: "Hai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tiada Tuhan selain Dia. Dan jaganlah kamu kurangi takaran dan timbangan, sesungguhnya aku melihat kamu dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadapmu akan azab hari yang membinasakan (kiamat)."
Dan Syu'aib berkata: "hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu berbuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.
Sisa (keuntungan) dari Allah adalah lebih baik bagi kamu jika kamu orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas diri kamu.
Mereka berkata: "Hai Syu'aib, apakah sembahyangmu menyuruh kamu agar meninggalkan apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami berbuat apa yang kami kehendaki tentang harta kami. Sesungguhnya kamu adalah seorang yang sangat penyantun lagi berakal.
Syu'aib berkata: "Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan dianugerahi-Nya aku daripada-Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah-Nya). Dan aku tidak berkehendak mengerjakan apa yang aku larang kamu daripadanya. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku, melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada-Nya lah aku kembali.
Hai kaumku, janganlah hendakya pertentangan antara aku (dengan kamu) menyebabkan kamu menjadi jahat hingga kamu ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh atau kaum Hud atau kaum Shaleh, sedang kaun Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kamu.
Dan mohonlah ampun kepada Tuhanmu kemudian bertaubatlah kepada-Nya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi maha Pengasih.
Mereka berkata: "Hai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakana itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang benar-benar lemah diantara kami; kalau tidaklah karena keluargamu tentulah kami telah merajam kamu, sedang kamupun bukanlah seorang yang berwibawa disisi kami.
Syu'aib menjawab: "Hai kaumku, apakah keluargaku lebih terhormat menurut pandanganmu daripada Allah, sedangkan Allah kamu jadikan sesuatu yang terbuang dibelakangmu?. Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kamu kerjakan".
Dan (dia berkata): "Hai kaumku, berbuatalah menurut kemampuanmu, sesungguhya akupun berbuat (pula). Kelak kamu akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (tuhanku), sesungguhnya akupun menungu bersama kamu."
Dan tatkala datang azab Kami, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersama-sama dengan dia dengan rahmat dari Kami, dan orang-orang yang zalim dibinasakan oleh satu suara yang mengguntur, lalu jadilah mereka mati bergelimpangan di tempat tinggalnya. Seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu. Ingatlah kebinasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud yang telah binasa.(QS Huud 84-95).
Dengan memikirkan "batu /prasasti Syu'aib" yang tidak lain kecuali menerukan mereka kepada kebaikan, kaum Mdyan dihukum dengan kutukan dari Allah dan merekapun telah dibinasakan sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat diatas. Masyarakat Madyan bukanlah satu-satunya contoh. Sebaliknya sebagaimana Syu'aib sedang berbicara kepada kaumnya, banyak masyarakat yang telah ada lebih dahulu sebelum masyarakat Madyan yang telah dibinasakan. Setelah Madyan, banyak masyarakat lain yang juga dihancurkan oleh kemurkaan Allah.
Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan menyebutkan masyarakat-masyarakat yang telah disebutkan diatas yang telah dibinasakan dan sisa-sisa peninggalan mereka. Di dalam Al Qur'an, masyarakat-masyarakat ini disebutkan secara mendetail dan orang-orang diajak untuk merenungkan dan mengambil pelajaran serta peringatan tentang bagaimana kaum-kaum ini berakhir.
Pada titik ini, Al Qur'an secara khusus menarik perhatian terhadap kenyataan bahwa sebagian besar dari masyarakat yang dihancurkan tersebut memiliki tingkat peradaban yang tinggi. . Di dalam Al Qur'an, sifat-sifat dari kaum-kaum yang dihancurkan ditekankan sebagai berikut:
Dan berapa banyakkah umat-umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka yang mereka itu lebih besar kekuatannya daripada mereka ini, maka mereka (yang telah dibinasakan itu) telah pernah menjajah di beberapa negeri. Adakah (mereka) mendapat tempat lari (dari kebinasaan)?.(QS Qaf 36).
Dalam ayat tersebut, dua sifat dari kaum yang telah dihancurkan secara khusus ditekankan. Yang pertama adalah mereka merasa "lebih besar kekuatannya". Hal ini berarti bahwa masyarakat-masyarakat yang telah dibinasakan tersebut telah berada dalam suatu tingkat kedisiplinan dan system birokrasi militer yang tangguh dan merenggut kekuatan diwilayah mereka berada memalui dengan cara paksaan kekuatan. Point kedua adalah masyarakt-masyarakat yang telah disebutkan dimuka mendirikan kota-kota besar yang dihiasai dengan karya-karya arsitektur mereka.
Hal ini patut untuk diperhatikan bahwa dari kedua macam sifat-sifat ini termasuk yang dimiliki oleh peradaban yang ada dijaman kita sekarang ini, yang telah membentuk sebuah kebudayaan dunia yang begitu luas melalui ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini dan telah mendirikan negara-negara yang tersentralisir, kota-kota besar, namun mereka masih tetap mengingkari dan mengabaikan Allah, melupakan bahwa semua hal tersebut memungkinkan untuk dibuat kaena Kekuasan Allah saja. Namun, sebagaimana dikatakan di dalam ayat, peradaban mereka yang telah berkembang tidak bisa menyelamatkan masyarakat yang telah dihancurkan tersebut, dikarenakan peradaban mereka berdiri diatas landasan pengingkaran terhadap Allah. Akhir dari peradaban saat inipun tidak akan berbeda selama peradaban sekarang ini berdasarkan kepada pengingkaran dan berperilaku jahat di dunia.
Sejumlah peristiwa penghancuran, beberapa diantaraya yang diceritakan dalam Al Qur'an, telah dibenarkan oleh berbagai penelitian arkeologis yang dilakukan di jaman modern, Temuan-temuan ini yang secara jelas membuktikan bahwa peristiwa-peristiwa yang dikutip dalam Al Qur'an benar-benar pernah terjadi, menjelaskan perlunya untuk menjadi "peringatan terlebih dahulu" yang banyak digambarkan dalam kisah-kisah Al Qur'an. Allah berfirman di dalam Al Qur'an bahwa penting untuk "bepergian di muka bumi" dan "melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka".
Kami tidak mengutus sebelum kamu, melainkan orang laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya diantara penduduk negeri. Maka tidaklah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya kampung akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Maka tidakkah kamu memikirkanya.
Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harrapan lagi (tentang keimanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada rasul itu pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki. Dan tidak dapat ditolak siksa Kami daripada orang-orang yang berdosa.
Sesungguhnya pada kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal. Al Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kiab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.(QS Yusuf 109-111).
Sesungguhnya, terdapat banyak contoh dalam kisah-kisah tentang masyarakat di waktu lampau bagi orang-orang yang dikaruniai kepahaman. Kehancuran mereka yang disebabkan oleh pemberontakan mereka terhadap Allah dan penolakan terhadap perintah-perintah-Nya, kaum-kaum ini mengungkapkan kepada kita betapa lemah dan tidak berdayanya umat manusia dhadapan Allah. Di dalam halaman-halaman berikut, kita akan mempelajari contoh-contoh dalam susunan yang urut berdasarkan kronologi kejadiannya.

Sabtu, 25 Desember 2010

Pedoman Hidup


PEDOMAN HIDUP



Ma’rifat adalah modalku,
akal pikiran adalah sumber agamaku,
rindu kendaraanku,                                                
berzikir kepada Allah kawan dekatku,

keteguhan perbendaharaanku,
duka adalah kawanku,
ilmu adalah senjataku,
ketabahan adalah pakaianku,

kerelaan sasaranku,
faqr adalah kebanggaanku,
menahan diri adalah pekerjaanku,
keyakinan makananku,

kejujuran perantaraku,
ketaatan adalah ukuranku,
berjihad perangaiku,
dan hiburanku adalah dalam mengingat Tuhan-ku




Peradaban Masa Silam



PADA TANGGAL INI di Tahun :


 

610
 Malaikat jibril menampakkan diri di hadapan Muhammad dan membacakan potongan kalimat Al-Qur’an. Peristiwa di Gua Hira yang terjadi 17 Ramadhan dalam kalender Hijriah itu diyakini umat Islam sebagai penahbisan Muhammad sebagai Utusan Allah SWT.

OOOPS !! 



Berusia 100 Tahun tetap berlari
NANING---Tahukan Anda berapa rekor lari 100 meter dengan peserta berusia di atas 100 Tahun? Rekornya adalah 30,86 detik, yang dipegang Philip Rabinowizt dari Afrika Selatan, pada Juli tahun 2004. Rekor ini akan coba dipecahkan oleh Guo Cairu dari Nanjing. Usia Guo sudah 105 tahun. Tapi ia masih sangat sehat. Malah, dalam acara pekan olahraga nasional se-Cina ke-10 mendatang, ia sudah ditunjuk sebagai pembawa obor.

ECHELON
ECHELON adalah operasi penyadapan telekomunikasi elektronik terbesar di dunia – baik telepon, faks, maupun Internet – yang dilakukan lima negara berbahasa Inggris.
Mereka adalah Amerika Serikat (Badan Intelijen Dinas Keamanan Nasional-NSA), Inggris (Markas Besar Komunikasi Pemerintah- GCHQ), Kanada (Lembaga Keamanan Komunikasi-CSE), Australia (Direktorat Sinyal Pertahanan-DSD), dan Selandia Baru (Biro Keamanan Komunikasi Pemerintah-GCSB).
Tapi teknologi secanggih itu terbukti lumpuh, keliru menyatakan Saddam Husein memiliki senjata pemusnah massal. Dan sekarang ECHELON tak bisa memastikan apakah Korea Utara memiliki bom nuklir atau tidak.









FATWA BARU
Dalam Musyawarah Nasional Majelis Ulama Indonesia VII pekan lalu, ada sejumlah fatwa baru yang ditelurkan. Fatwa yang menjadi sorotan adalah yang bertema aliran sesat dan pendangkalan aqidah. Berikut ini beberapa fatwa diantaranya:

A.      MASALAH PLURARISME, LIBERALISME, DAN SEKULARISME.
efinisi dari MUI:
q       Pluralisme agama: Paham bahwa semua agama sama dan kebenaran setiap agama adalah relatif; setiap pemeluk agama tidak boleh mengklaim hanya agamanya yang benar; semua pemeluk agama akan masuk dan hidup berdampingan di surga.
q       Pluralitas agama: kenyataan bahwa terdapat berbagai pemeluk agama yang hidup berdampingan.
q       Liberalisme agama: memahami nash dengan menggunakan akal pikiran yang bebas; hanya menerima doktrin agama sesuai dengan akal pikiran.
q       Sekularisme agama: memisahkan urusan dunia dari agama; agama harus digunakan untuk mengatur hubungan pribadi dengan Tuhan; hubungan sesama manusia diatur hanya dengan kesepakatan sosal.
Fatwa:
q       Plularisme, sekularisme, dan liberalisme agama bertentangan dengan Islam.
q       Umat Islam haram mengikuti paham tersebut.
q       Bagi masyarakat muslim yang tinggal bersama pemeluk agama lain, dalam masalah social yang tidak berkaitan dengan akidah dan masalah social yang tidak berkaitan dengan akidah dan ibadah, umat Islam bersifat Inklusif.

B.      MASALAH DO’A BERSAMA LINTAS AGAMA.
Fatwa:
q          Do’a bersama antara orang Islam dan nonmuslim tidak dikenal dalam Islam.
q          Do’a bersama dalam bentuk setiap pemuka agma berdo’a secara bergilliran maka orang Islam haram mengikuti dan mengamini do’a yang dipimpin nonmuslim.
q          Do’a bersama dalam bentuk muslim dan nonmuslim berdo’a secara serentak hukumnya haram.



q          Do’a bersama dalam bentuk seorang nonmuslim memimpin do’a, orang Islam haram mengamininya.
q          Do’a bersama dalam bentuk orang Islam memimpin do’a, hukumnya mubah (boleh)
q          Do’a dalam bentuk setiap orang berdo’a menurut agama masing-masing hukumhya mubah (boleh).

C.      MASALAH AHMADIYAH
Fatwa:
q          Menegaskan kembali fatwa MUI 1980 bahwa aliran Ahmadiyah berada di luar Islam, sesat dan menyesatkan, serta orang Islam yang mengikutinya adalah murtad.
q          Pemerintah berkewajiban melarang Ahmadiyah.


SEJARAH

MUI berdiri pada 7 Rajab 1395 H, bertepatan dengan 26 Juli 1975, di Jakarta, sebagai hasil dari pertemuan ulama dan cendikiawan. Sejumlah organisasi yang ikut mendirikan adalah NU, Muhammadiyah, Syarikat Islam, Perti, Al-Washiliyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Dinas Rohani Islam TNI AD, AU, AL, dan Polri.

Dari berbagai sumber –surat kabar TEMPO-


و الله أعلم


Sabtu, 16 Oktober 2010

Sabtu, 09 Oktober 2010

PROFIL ANGKATAN 3

03-04 38 MUHAMMAD IRFAN
03-04 31 ADE SAPUTRA
03-04 42 MUHAMMAD ROIF
05-06 85 FAJAR FIRDAUS
02-03 38 AHMAD 
01-02 07 HILMAN
01-02 01 ADE DAROJAT
03-04 32 AGUNG TRIADI
03-04 47 WAWAN KURNIAWAN
03-04 63 AHMAD SYUJA'I
03-04 49 YUSUF SUBANDI
03-04 37 HANIF MUZAKKI
05-06 92 ASEP SAEFULLAH
01-02 14 RIDWAN RIFQI
03-04 73 DEDE FAJRIN
03-04 75 FAHRUDDIN
03-04 45 NDAN IRAWAN
03-04 46 NURHENDRA
05-06 84 SUTAN MANURUNG
01-02 03 DERY SEFTIAWAN
04-05 64 NUR UL HAQ
03-04 74 SABUDIN
05-06 97 WISTA AFANDI
03-04 33 AGUNG WIJAYA
03-04 56 ROSIANA HERMAWATI
03-04 60 R. SUSI NOVIYANTI
03-04 62 TUTI ALAWIYAH
03-04 58 SITI KHOLISOH
03-04 52 MARYATI
01-02 17 SITI ROHMAH
03-04 55 ROHMAWATI
01-02 12 NURUL AWALIYAH
03-04 51 JUHAENI
01-02 15 SITI SUMARNI
03-04 50 ANI SUMARNI
03-04 23 MULYANA
03-04 61 SUSILAWATI
00-01 10 SITI HARYAYI
01-02 10 METI APRIANI
03-04 54 NURQOMARIYAH